Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said Pimpin Doa Kebangsaan pada Semarak HUT RI ke-81 di Kemenimipas RI

Agenda & Event 07 Aug 2026 07:14 2 min read 60 views By Gus Isqowi

Share berita ini

Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said Pimpin Doa Kebangsaan pada Semarak HUT RI ke-81 di Kemenimipas RI
Satu Doa dalam Keberagaman, Satu Cinta untuk Indonesia.

Melangitkan Harapan di Bawah Naungan Bhinneka: Doa Kebangsaan Menyambut 81 Tahun Indonesia

 

Suasana khidmat merayap pelan menyentuh relung dada di aula Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Jakarta. Di balik deru dinamika ibu kota, sebuah momen kebangsaan terukir indah saat keberagaman tak lagi menjadi batas, melainkan simfoni yang melantunkan harmoni. Menyambut fajar kemerdekaan Indonesia yang memasuki usia ke-81, enam pemuka agama berdiri bersisian, membawa lentera harapan dari keyakinan yang berbeda namun bermuara pada satu cinta yang sama: Ibu Pertiwi.

 

 

Di tengah keheningan yang penuh kesakralan, Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, M.A. melangkah penuh kekhusyukan memimpin Doa Kebangsaan dari unsur agama Islam. Dengan ketenangan seorang ulama dan ketulusan seorang patriot, bait-bait doa yang beliau panjatkan melambung tinggi, memohon agar negeri ini senantiasa dibalut perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT. Beliau melangitkan asa agar bangsa Indonesia dianugerahi kekuatan dalam melintasi berbagai tantangan zaman, serta dikaruniai para pemimpin yang amanah, adil, dan jujur dalam merawat cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

 

Tak ada sekat dalam keheningan itu. Lintas iman menyatu dalam alunan spiritualitas yang padu. Secara bergantian, enam tokoh agama memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing, memohon kedamaian, keselamatan, serta kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Kejadian ini seolah menghidupkan kembali roh Bhinneka Tunggal Ika — bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan keindahan yang saling melengkapi dalam merawat rumah bersama bernama Indonesia. 

 

Lewat ajakan hangat Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta tersebut, seluruh elemen bangsa diingatkan kembali untuk menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai sarana mempererat ukhuwah kebangsaan dan meneguhkan persatuan. Semarak HUT RI ke-81 ini bukan sekadar perayaan rutin, melainkan pembuktian bahwa dengan kerukunan, toleransi, dan rasa persaudaraan yang kokoh, Indonesia akan terus melangkah mantap menuju masa depan yang maju, inklusif, dan berkeadilan.

 

Penulis

Gus Isqowi adalah Maestro Muhasabah, Founder Rumah Dai, dan Penggagas Gerakan Pulang melalui Majlis Pulang. Mengembangkan Metode Pulang Berbasis Gravitasi Spiritual untuk mengajak manusia kembali kepada Allah.

Tangerang Hari Ini